Benda Tarikan Gaib

 

Sebagai seorang Ahli Supranatural, Dewi Sundari kerap melakukan perjalanan astral ke alam gaib. Tak jarang, dari perjalanan astral tersebut beliau mendapatkan tanda mata berupa benda bertuah yang beberapa diantaranya dapat Anda simak berikut ini: 

 

  • Jimat Keris Semar Kuncung

    Jimat Keris Semar Kuncung adalah jimat pesugihan dan pengasihan yang berbentuk keris kecil berukuran sekitar enam centimeter. Jimat ini ditemukan Dewi Sundari sewaktu bertirakat di Gua Langsih, salah satu petilasan Sunan Kalijaga. Ketika ditemukan, Jimat Keris Semar Kuncung ini tidak disertai sarung atau warangka. Sehingga untuk memagari tuahnya, Dewi Sundari sengaja membuatkan warangka atau sarung keris yang telah dirajah secara khusus.

  • Jimat Keris Semar Kuning

    Wangsit atau petunjuk untuk menggoreskan rajah pengasihan Arab pada jimat berbentuk Semar ini Dewi Sundari terima setelah bertirakat selama delapan malam berturut-turut. Tirakat tersebut dilakukan di delapan titik keramat yang berbeda sesuai delapan arah mata angin, dengan Makam Sunan Kalijaga sebagai porosnya. Jimat berajah pengasihan ini kemudian disebut Jimat Keris Semar Kuning, merujuk pada nama salah satu ilmu pengasihan paling legendaris di tanah Jawa, yaitu Ajian Semar Kuning. Sehingga bila memiliki jimat keris ini, Dewi Sundari juga akan menurunkan Mantra Semar Kuning kepada Anda.

  • Keris Gembong Taksaka

    Bagi seorang praktisi supranatural seperti Dewi Sundari, berburu pusaka bertuah terkadang bisa menjadi hobi, sesuatu yang menimbulkan kepuasan dan kesenangan tersendiri. Salah satu contohnya adalah ketika beliau berburu pusaka hingga ke Pantai Karang Bolong, dimana Dewi Sundari kemudian memperoleh Keris Gembong Taksaka. Gembong berarti harimau belang, Taksaka berarti ular. Dinamakan Keris Gembong Taksaka karena keris bertuah ini dijaga oleh khodam ular naga berkepala harimau dengan tiga pasang kaki.

  • Keris Paron Mpu Gandring

    Nama besar tidak lantas berarti kebaikan. Salah satu contoh nyatanya adalah Keris Mpu Gandring, yang namanya tersohor di seantero nusantara. Keris Mpu Gandring sendiri terbuat dari bongkahan meteorit yang memiliki aura jahat serta haus darah. Terbukti, nyawa sang empu pun ikut terenggut bersama nyawa Kebo Ijo, Ken Arok dan Anusapati sekaligus.
  • Kijing Brajamusti

    Kijing Brajamusti adalah benda bertuah hasil penarikan gaib yang berupa kijing (kerang air tawar) besi kuning dengan tatahan rajah khusus. Tuah utamanya adalah sebagai sarana perlindungan, keselamatan, kewibawaan dan kekuatan fisik serta pesona pria. Dewi Sundari menemukan benda bertuah ini sewaktu menyempurnakan Aji Brajamusti, yang merupakan salah satu aji kanuragan pegangan Raden Gatotkaca.

  • Mustika Arsy Malaikat

    Tidak seperti kebanyakan mustika koleksi Dewi Sundari, Mustika Arsy Malaikat sesungguhnya tidak berasal dari tanah Jawa. Melainkan berasal dari Timur Tengah, tepatnya dari Baghdad yang saat ini termasuk dalam wilayah negara Irak. Takdir Tuhan lah yang membawa Mustika Arsy Malaikat beserta Khodam Syekh Asadun Zufar hingga ke pesisir pantai utara Jawa dimana mustika ini kemudian ditarik oleh Dewi Sundari.

     

    Ribuan tahun sudah Mustika Arsy Malaikat bertualang di alam manusia. Mustika berkhodam dengan tuah jabatan dan kekayaan ini merupakan salah satu mustika kesayangan Dewi Sundari. Bukan semata-mata karena tuah atau energinya yang sangat besar, tetapi juga karena keistimewaan dan sejarah panjang yang telah disaksikan oleh khodam Mustika Arsy Malaikat, yakni Syekh Asadun Zufar.

  • Mustika Combong Brahma Asmara

    Khusus bagi Anda yang saat ini sedang mencari jodoh, Mustika Combong Brahma Asmara merupakan sarana spiritual yang paling tepat untuk Anda. Mustika hasil penarikan gaib ini secara khusus memiliki manfaat sebagai pemanggil jodoh. Terutama bila Anda telah matang secara finansial maupun usia, tetapi belum mendapatkan calon pasangan yang sesuai keinginan.

     
  • Mustika Combong Kawah Darah Perawan

    Mustika Combong Kawah Darah Perawan secara khusus berkhasiat untuk memikat sukma para perawan. Sehingga merupakan pegangan tingkat tinggi bagi Anda yang ingin mendekati gadis-gadis muda yang masih lajang dan belum pernah tersentuh tangan lelaki. Benda bertuah ini ditarik Dewi Sundari dari alam supranatural melalui serangkaian tirakat yang berlangsung di area petilasan Nyi Mas Gandasari, Cirebon.

  • Mustika Combong Kitsune

    Dalam perjalanan Dewi Sundari ke Lawang Sewu, terbongkarlah salah satu rahasia keganasan pasukan Jepang pada masa penjajahan dulu. Pada malam ketika beliau bertirakat di tempat angker tersebut, seekor siluman rubah, atau yang dalam mitologi Jepang disebut dengan kitsune, secara perlahan menampakkan dirinya di hadapan Dewi Sundari. Siluman rubah inilah yang kemudian menjelma sebagai Mustika Combong Kitsune

     

    Dinamakan Mustika Combong Kitsune, selain karena merupakan jelmaan kitsune (= siluman rubah) juga karena mustika ini berbentuk batu combong. Batu combong sendiri adalah batu bertuah pengasihan yang memiliki lubang atau ceruk di bagian tengahnya. 

  • Mustika Goa Manik

    Dinamakan Mustika Goa Manik karena salah satu koleksi Dewi Sundari ini merupakan hasil penarikan gaib yang berlangsung selama tiga purnama di area keramat Goa Gedung Manik, Sukabumi. Mustika Goa Manik sendiri didiami oleh khodam bernama Nimas Ayu Intan Laras yang bisa menampakkan dirinya dalam dua wujud berbeda.  

     

    Wujudnya yang pertama adalah sesosok putri raja dengan paras ayu jelita, bermahkotakan tiara dengan 17 butir batu merah delima. Sedangkan wujudnya yang kedua adalah sebagai perempuan tua dengan tubuh setengah naga dan empat lengan. Wujud Nimas Ayu Intan Laras yang kedua hanya ditampakkan ketika berhadapan dengan lawan dari orang yang memiliki Mustika Goa Manik ini.

  • Mustika Salju Biru

    Mustika Salju Biru merupakan jelmaan khodam bernama Ay Tutulmasi, yang mendampingi Sultan Mehmed II atau Muhammad Al Fatih sewaktu beliau menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453. Begitu habis masa perjanjiannya dengan sang sultan, Ay Tutulmasi segera kembali ke alam gaib dan baru muncul kembali ketika terjadi gerhana bulan pada tanggal 19 Oktober 2013. Persis ketika terjadi gerhana bulan inilah, Dewi Sundari menarik Mustika Salju Biru dari alam gaib.

     

    Dinamakan Mustika Salju Biru karena kubah dimensi astral tempat Dewi Sundari menemukan mustika ini diliputi oleh salju abadi yang berwarna biru muda. Bila diamati dengan mata batin, tuah utama Mustika Salju Biru adalah sebagai sarana penakluk, baik penakluk jabatan, penakluk kekuasaan maupun penakluk hati manusia. Maka sesungguhnya Mustika Salju Biru sangat cocok digunakan oleh para pemimpin, pejabat maupun pengusaha yang ingin mengokohkan posisinya.

  • Mustika Sarparatu Nyai Blorong

    Sebagai patih sekaligus panglima terkuat, Nyai Blorong berkewajiban untuk mendisiplinkan pasukan gaib Kanjeng Ratu Kidul. Sekitar dua abad silam, Nyai Blorong pernah mengusir dua siluman kepercayaannya karena alasan kedisiplinan ini. Dua siluman ular tersebut, yakni Rara Suma dan Rara Sulastri, dianggap melanggar aturan karena jatuh hati kepada manusia biasa.

     

    Abad demi abad berlalu, Rara Suma dan Rara Sulastri kini menjelma ke dalam mustika bertuah yang ditarik Dewi Sundari dari alam gaib. Mustika bertuah tersebut kemudian dinamai Mustika Sarparatu Nyai Blorong, dimana kata ‘sarparatu’ memiliki arti ratu ular.

  • Mustika Sekar Martani

    Mustika Sekar Martani merupakan mustika berkhodam tiga serangkai yang didapatkan Dewi Sundari melalui ritual penarikan gaib di area makam keramat Ki Juru Martani, Sleman, Yogyakarta. Tiga khodam yang mendiami Mustika Sekar Martani adalah Dewi Sekar Swarna, Dewi Sekar Pawira dan Dewi Sekar Asmara.

     

    Masing-masing dari ketiga khodam Mustika Sekar Martani memiliki keutamaan tersendiri. Dewi Sekar Swarna adalah khodam pemanggil kekayaan, Dewi Sekar Pawira adalah khodam perlindungan atau keselamatan dan Dewi Sekar Asmara adalah khodam pengasihan. Dalam proses menaklukkan Mustika Sekar Martani, terlebih dulu Dewi Sundari harus melewati dan memenangkan tiga pertarungan gaib dengan tiga khodam mustika bertuah ini.

  • Paku Tunggal Parameswari

    Disebut Paku Tunggal Parameswari, sarana pelarisan berwujud paku logam ini merupakan benda bertuah yang dicabut Dewi Sundari dari ubun-ubun jenglot hasil temuan beliau di pesisir Laut Selatan. Paku Tunggal Parameswari dapat digunakan sebagai sarana mendatangkan pembeli, baik dengan cara dipakukan di salah satu tiang maupun dinding tempat usaha, atau dengan cara disimpan di dalam tempat penyimpanan uang.

  • Pusaka Naga Pandita

    Kata ‘naga’ berarti ular dalam bahasa Sansekerta. Dinamakan Pusaka Naga Pandita karena pusaka ini berwujud seorang pendeta dengan tubuh setengah ular yang sedang bersemedi.

     

    Dewi Sundari menemukan Pusaka Naga Pandita sewaktu bertirakat di area makam keramat Tumenggung Surontani Kertayuda, Tulungagung, Jawa Timur. Munculnya Pusaka Naga Pandita terlebih dulu ditandai dengan getaran bumi yang anehnya hanya dapat dirasakan oleh Dewi Sundari seorang.

  • Pusaka Wisesa Antaboga

    Pusaka Wisesa Antaboga merupakan sarana pesugihan yang berwujud pusaka bertuah dengan kepala ular. Di dalamnya berdiam khodam bernama Sarpa Triwikrama Antaboga yang merupakan titisan Sang Hyang Antaboga, dewa penguasa dasar bumi. Demi menaklukkan titisan Sang Hyang Antaboga ini, Dewi Sundari harus bertirakat semalam suntuk di area keramat Gunung Welirang, Jawa Timur. Malam itu Khodam Pusaka Wisesa Antaboga menampakkan diri di hadapan Dewi Sundari dalam wujud triwikramanya yang berupa ular naga raksasa.

  • Telur Sangkan Paran

    Telur Sangkan Paran adalah benda bertuah sekaligus berkhodam yang Dewi Sundari dapatkan dari tempat kelahiran Mahapatih Gajah Mada di Gunung Ratu, Lamongan. Wujud fisik Telur Sangkan Paran sebenarnya hanyalah wadag. Butiran telur besi kuning yang dirajah khusus ini merupakan sarana atau media yang digunakan Dewi Sundari untuk menyegel Lembu Sangkan Paran.

     

    Lembu Sangkan Paran adalah khodam sakti yang berabad-abad silam mengabdikan diri kepada Mahapatih Gajah Mada. Dialah salah satu dari sejumlah penasehat gaib yang membimbing Mahapatih Gajah Mada dalam mewujudkan sumpahnya untuk menyatukan Nusantara.

  • Mustika Dewandaru Kawi

    Di area pesugihan Gunung Kawi, terdapat pohon Dewandaru keramat yang telah berdiri sejak abad kesembilan belas. Demikian besarnya tuah pesugihan pohon ini, hingga tiap buah dan daun yang berjatuhan pun menjadi rebutan. Persis di bawah pohon Dewandaru tersebut, Dewi Sundari mendapatkan Mustika Dewandaru Kawi yang bertuah gaib luar biasa untuk kekayaan, kewibawaan dan kesuksesan tanpa batas.

     

    Mustika Dewandaru Kawi adalah salah satu mustika bertuah koleksi Dewi Sundari yang beliau dapatkan sewaktu melakukan perjalanan spiritual di area keramat Gunung Kawi. Selain bertuah, Mustika Dewandaru Kawi juga berkhodam penjaga dengan nama Ki Ageng Dewandaru.  

  • Mustika Ratu Kidul

    Mustika Ratu Kidul adalah mustika bertuah pesugihan yang dimiliki Dewi Sundari sebagai pemberian langsung Kanjeng Ratu Kidul. Di dalam mustika ini bersemayam salah satu khodam pengikut Kanjeng Ratu Kidul yang berusia dua ribu tahun, yakni Nyai Sekar Ing Alaga. Dewi Sundari mendapatkan Mustika Ratu Kidul sebagai hadiah sewaktu beliau bertemu sang penguasa pantai selatan di Cepuri Parangkusumo, lokasi dimana dulu Kanjeng Ratu Kidul bertemu dan kemudian jatuh hati kepada Panembahan Senopati.

     

  • Mustika Puspa Cempaka

    Mustika Puspa Cempaka adalah mustika bertuah yang didapatkan Dewi Sundari setelah memenangkan pertarungan supranatural melawan Nyai Puspa Cempaka, sosok makhluk gaib yang dikenal sebagai sumber pesugihan asal Kabongan, Rembang, Jawa Tengah. Mustika yang hanya ada satu di dunia ini sekaligus merupakan kediaman bagi Dadap Arum, khodam pengikut Nyai Puspa Cempaka yang telah berusia lebih dari seribu tahun.  

     

    Diantara koleksi mustika bertuah Dewi Sundari yang lain, Mustika Puspa Cempaka adalah salah satu yang paling menarik. Bukan karena wujud fisiknya, tetapi karena pada tanggal-tanggal tertentu mustika bertuah ini mengeluarkan aroma wangi khas bunga cempaka. Yang unik, tidak semua orang dapat menghirup aroma wangi tersebut. Biasanya Dadap Arum hanya membiarkan wanginya tercium oleh si pemilik mustika atau orang-orang tertentu yang ia kehendaki. Itupun tidak dapat diperkirakan kapan wanginya akan tercium. Kadang aromanya lembut dan tipis, terkadang wanginya semerbak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Secara Gratis dan Berkala,
Dewi Sundari memberikan informasi penting sekaligus tips-tips memperkaya diri dari pandangan spiritual.
Pastikan Anda mendapatkan informasi penting tersebut dengan mendaftarkan alamat email aktif di bawah ini.

Masukkan Data Diri Anda

 

 

Paranormal Pesugihan Jawa

 

Alamat Kantor

Wisma Iskandarsyah Blok A-10

Jl. Iskandarsyah Raya Kav. 12 - 14

Jakarta Selatan 12160

(Sebelum Datang, Daftar Dulu)

 

 

Staf Admin - Mas Wahyu
0857 6211 8383 (Indosat)
Telepon | SMS
Email :
adm.dewisundari@gmail.com
BBM & WA :
bbm staf admin 56859C10 | WA staf admin 085762118383

 

Dewi Sundari

Pakar Kejawen
0822 3112 2168

paranormaldewisundari@gmail.com
Add Friend

atau
via Contact Pesan Silakan Klik Disini

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.